pada peristiwa pesawat Air Asia QZ8501, disinyalir bermula upaya pilot untuk
menghindari awan jenis Cumolonimbus,yang menghalangi rute penerangan.Cumolonimbus
terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah dan tetesan salju (kristal-kristal es) pada bagian
atas.
Karakteristik dari awan Cumolonimbus sangat mirip dengan awan yang teredapat
dalam Al-Qur'an yakni QS.An-Nur ayat 43:
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah menggerakkan awan,kemudian mengumpulkan antara(bagian-bagian)nya,kemudian menjadikannya bertindih-tindih,maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga)menurunkan (butiran-butiran)es dari langit,(yaitu)dari (gumpalan-gumpalan awan seperti)gunung-gunung,maka di timpakan-Nya(butiran-butiran)es itu kepada siapa yang dia kehendakinya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang di kehendaki-Nya.Kilauan kilat awan itu hampir menghilangkan penglihatan"(QS.An-Nuur 43)
Awan cumolonimbus adalah sebuah awan tebal vertikal yang menjulang sangat
tinggi,padat,mirip gunung atau menara.Bagian pucuk awanini berserabut,tampak ber-
jalur-jalur dan hampir rata,melebar mirip bentuk landasan yang disebut anvil head (anvil
top).Awan ini terlibat langsung dalam badai petir dan cuaca ekstrem lainnya.


0 Komentar