Lokasi Kaum Tsamuud

 Allah Ta'ala berfirman tentang kaum Tsamuud:

"dan kaum Tsamuud memotong bati-batu besar di lembah"(QS.Al-Fajr ayat 9)

Posisi kaum tsamuud  berada di lembah yang dikelilingi olem pegunungan yang menjulang tinggi kaum tsamuud tinggal di tempat yang dikenal Diyaar Tsamuud atau Madaain Shalih sekarang terletak di kota Al-Ula' sekitar320 km dari sebelah utara kota madinah.




Lokasi pemukiman kaum tsamud sangatlah subur tidak kering mereka mahir dalam membangun bangunan -bangunan tinggi mahir dalam membuat perumahan di tengah-tengah pegunungan kita akan melihatbhamparan hijau yang penuh dengan rerumputan dan pohon kurma yang sangat banyak.

Allah menamai tempat tersebut dengan Al-Hijr sebagaimana dalam firmannya:"sungguh penduduk Al-hijr telah mendustakan para rasuul.kami telah memperlihatkan tanda-tanda(kekuasaan)kami,akan tetapi mereka selalu berpaling dan mengingkarinya.mereka bisa memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu(yang didalami)dengan aman.(QS.Al-Hijr80-82)

 

 

Aeromobil

 Apasih sebenarnya aeromobil itu???Aeromobil adalah yaitu mobil terbang dengan konsep 4 kursi 

mobil ini di tenagai oleh mesin empat selinder turbocharged 2.0 liter.Sayapnya terletak di bagian kanan dan kiri mobil,yang di lengkapi oleh baling-baling pada ujung sayapnya.


Pada tahun 2013 ada 4 pengembangan Aeromobil.Aeromobil 1.0,2.0,2.5,3.0,dengan versi sebelumnya Aeromobil tidak memiliki sayap lipat.Aeromobil2.5 pertama kali di pamerkan di Montreal di Kongres dan pameran SAE Aero Tech. 

Perusahaan Aeromobil sudah mengumumkan rencananya untuk Aeromobil versi terbaru 5.0 sejak 2018 yang lalu.Aeromobil5.0 merupakan pembaharuan dari Aeromobil 2.0dan 3.0.Aeromobil5.0 ini akan menggunakan Rotax 912 empat slinder  yang secara horizontal menggunakan piston cair,mobil ini tentunya tidak menggunakan bensin melainkan menggunakan paket baterai.Untuk jarak tempuh penerbangan berkisar 700 km

Aeromobil 5.0 hanya di tujukan untuk para pembeli supercar kaya dan para penggemar penerbangan Aeromobil akan memproduksikannya dengan secara berseri-seri di tahun 2020 dengan kisaran harga 1,2juta euro(sekitar 18 milliar rupiah)sampai 1,5 euro(sekitar 23 miliar rupiah) beli sekarang Aeromobil.

Rasulullah Menikah dengan Khadijah

ketika itu beliau pulang ke makkah dan khadijah melihat betapa amanahnya beliau

 terhadap harta yang diserahkan kepadanya, begitu juga dengan keberkahan dari hasil perdagangan yang 

belum pernah didapat sebelumnya ,ditambah lagi informasi dari udaknya Maisarah perihal budi pekerti beliau nan demikian manis.Sifat-sifatnya yang mulia,ketajamannya dalam berpikir,dan cara bericaranya yang jujur.

maka dia seakan menemukan apa yang di dambakannya selama ini(yakni,calon pendamping -idaman).Padahal banyak sekali para pemuka dan kepala suku  yang demikian antusias untuk menikahinya namun semuanya di tolak olehnya.Akhirnya  dia menyampaikan curahan hatinya kepaada teman wanitanya,Nafisah inti Muniyah yang kemudian ergeges menemui Rasulullah dan membeberkan rahasia tersebut kepadanya seraya menganjurkan agar beliau bersedia menikahi Khadijah.Beliau pun menyetujuinya dan merundingkan hal tersebut kapada paman-pamannya.Kemudian mereka mendatangi paman Khadijah  

untuk melamarnya untuk beliau,tak berapa lama setelah itu,pernikahan dilangsungkan,akad nikah tersebut dihadiri oleh Bani Hasyim dan para pemimpin suku Mudhar.pernikahan tersebut berlangsung dua bulan setelah kepulangan beliau dari negeri syam,eliau menerahkan mahar sebanyak dua puluh ekor unta muda.Ketika itu Khadijah sudah erusia 40 tahun,dia adalah wanita yang paling terhormat nasabnya paling banyak hartanya dan paling cerdas otaknya di kalangan kaumnya.

Semua putra putri beliau berasal dari pernikahan beliau dengannya kecuali putra beliau Ibrahim putra -putri beliau dari hasil perkawinan dengannya tersebut adalah:

1.Al-Qasim

2.Zainab

3.Ruqayyah

4Ummu Kultsuum

.5.Fathimah

6.Adullah

Semua putra beliau meninggal duni di masa kanak-kanak,sedangkan putri-putri beliau semuanya hidup pada masa islam dan memeluk islam serta ikut berhijrah,namun semuanya meninggal dinia semasa eliau masih hidup kecuali fatimah yang meninggal dunia enam bulan setelah beliau wafat.


Tulang Ekor Manusia

Dalam beberapa hadits Rasulullah menyebutkan bahwa tulang ekor(cocyx)adalah tulang 

kecil dibawah tulang belakang.Tulangini adalh cikal dari untai utama diciptakannya tubuh manusia.tulang

itu akan tetap seperti itu meski manusia mengalami kematian,bahkan hingga tubuhnya membusuk.dari 

tulang ekor ini manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat.Nabi menegaskan bahwa Allah yang Maha 

Kuasa akan mengirimkan hujan dari langit kemudian mayat akan tumbuh dari tulangekor ini,seperti 

tumbhnya tanaman menurut riwayat lain dari imam Muslim,"ada bagian tulang dalam tubuh manusia

yang bumitidak akan pernah hancr dan darinya tubuh yang baru akan dibentuk kembali"(pada hari kiamat)

mereka berkata: "tulang apa itu wahai Rasulullah"?.kemudian beliau bersabda:tulang ekor

Nabi telah menginformasikan fakta ilmiah ini kepada manusia sejak lama,namun hal tersebut 

baru dapat di ungkap beberapa tahun yanglalu oleh beberapa ilmuan 

 para ahli embriollogi membuktikan bahwa tubuh manusia diciptakan dari untai sangat halus disebut"untai primer"untai ini dibuat dengan kehendak Allah yang maha kuasa pada hari ke-15setelah pembuahan selsel telur dan implatantansi pada dinding rahim.Ketika untai ini terbuat semua organ embrio pun mulai terbentuk,terutama sistem saraf,bagian awaltulang belakang kemudian seluruh bagian tubuh.

Sidik Jari Manusia


"Apakah manusia mengira,bahwa kami tidak akan mengumpulkan(kembali)tulang belulangnya.(Bahkan)kami mampu menyusun(kembali) jari-jemarinya dengan sempurna"(QS.Al-Qiyamah 3-4)


Orang-orang kafir berdebat mengenai kebangkitan yang terjadi di mana tulang 

orang yang mati telah hancur di lumat bumi dan bagaimana setiap individu akan

diidentifikasi pada hari kiamat.

Allah yang maha kuasa menjawabnya bahwa dia bukan hanya mampu menyusun tulang 

tetapi dapat merekonntruksi secara sempurna sampai pada ujung-ujung jari.Mengapa 

Al-Qura'n bericara secara spesifik tentang jari-jemari kita ketika menentukan identitas 

individu?pada tahun 1880,



sidik jari menjadi metode ilmiah identifikasi setelah penelitian y

-yang dilakukan Sir Francis Golt.Tidak akan pernah ada di dunia ini dua orang memiliki   

sidik jari yang sama persis,itulah alasan mengapa polisi seluruh dunia menggunakan sidik 

jari untuk mengidentifikasi pelaku tindak pidana.1.400 tahun yang lalu,siapa yang 

mengetahui keunikan sidik jari manusia?Tidak lain ukanlah sang penciptamanusia itu sendiri.


Awan Cumolonimbus dalam Al-Qur'an

 


pada peristiwa pesawat Air Asia QZ8501, disinyalir bermula upaya pilot untuk 

menghindari awan jenis Cumolonimbus,yang menghalangi rute penerangan.Cumolonimbus

terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah dan tetesan salju (kristal-kristal es) pada bagian 

atas.



 

Karakteristik dari awan Cumolonimbus sangat mirip dengan awan yang teredapat 

 dalam Al-Qur'an yakni QS.An-Nur ayat 43:

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah menggerakkan awan,kemudian mengumpulkan antara(bagian-bagian)nya,kemudian menjadikannya bertindih-tindih,maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga)menurunkan (butiran-butiran)es dari langit,(yaitu)dari (gumpalan-gumpalan awan seperti)gunung-gunung,maka di timpakan-Nya(butiran-butiran)es itu kepada siapa yang dia kehendakinya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang di kehendaki-Nya.Kilauan kilat awan itu hampir menghilangkan penglihatan"(QS.An-Nuur 43)






 

Awan cumolonimbus adalah sebuah awan tebal vertikal yang menjulang sangat 

tinggi,padat,mirip gunung atau menara.Bagian pucuk awanini berserabut,tampak ber-

jalur-jalur dan hampir rata,melebar mirip bentuk landasan yang disebut anvil head (anvil 

top).Awan ini terlibat langsung dalam badai petir dan cuaca ekstrem lainnya.

Bulan Terbelah

 


Bulan terbelah adalah mukjizat bagi Rasulullah (HR. Bukhari) 

Anas bin malik menceritakan penduduk Mekkah meminta Rasulullah untuk menunjukan 

mukjizat kepada mereka.Kemudian,Rasulullah menunjukkan bahwa bulan terbelah menjadi dua 

bagian hingga mereka menyaksikan gunung hira di antara belahan tersebut (HR.Bukhari)


Para sejarawan india dan china kuno pun mencatat kejadian terbelahnya bulan tersebut




Ibnu Mas'ud mengatakan sepanjang hidup Rasulullah bulan terpecah menjadi dua bagian 

dan karena itu Rasulullah bersabda;Ampuni aku (karena itu)

 

Ar-Rumaisha binti Milhan(Ummu Sulaim)رضي الله عنها

 Satu di antara kegemilangan wanita Anshar adalah keimanan Ummu Sulaim. Ia adalah sosok cerdas, bijaksana, luar berpikir, dan berakhlak mulia. Nama lengkapnya Rumaisha Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Hiram bin Jundab bin 'Amir bin Ghanam bin 'Adie bin an-Najaar al-Anshariyah al-Khazrajiyah.

Ia adalah salah seorang wanita di Madinah yang memeluk Islam. Sifat-sifat yang dimiliki sosok seorang Muslimah melekat padanya. Maka tak heran, anak pamannya, Malik bin Nadhar, meminangnya untuk dijadikan istri. Dari pernikahan keduanya, lahirlah sahabat setia Rasulullah SAW, Anas bin Malik.

Saat Islam datang di negeri Makkah, warga Anshar yang jujur sudah mulai mendengar berita gembira datangnya seorang Nabi. Ummu Sulaim adalah salah satu penduduk Madinah yang langsung menyambut seruan Islam. Tidak ada keraguan di dalamnya meski ia paham konsekuensi keimanannya di antara kaumnya yang belum beriman.

Kemarahan besar ia dapatkan dari suaminya, Malik bin Nadhar. Malik mendamprat Ummu Sulaim yang telah memeluk cahaya Islam. "Apakah kamu sudah murtad dari agamamu?" tanya Malik. "Tidak!" jawab tegas Ummu Sulaim, "bahkan aku sesungguhnya telah beriman." Karena perbedaan prinsip keimanan, keduanya pun berpisah.


Setelah bercerai, sosok Ummu Sulaim yang teguh, keibuan, dan jujur menarik hati Abu Thalhah. Seorang hartawan yang kala itu juga masih belum beriman. Ia pun mengajukan lamaran ke Ummu Sulaim. Namun, Ummu Sulaim dengan tegas menolaknya.

"Demi Allah, orang seperti engkau tidak pantas ditolak. Hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku seorang Muslimah. Sehingga, tidak halal bagiku untuk menikah denganmu. Jika kamu masuk Islam, maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta yang selain dari itu," ungkap Ummu Sulaim kepada Abu Thalhah.

Sungguh, ungkapan tersebut mampu menyentuh perasaan yang paling dalam dan mengisi hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim bukanlah seorang wanita yang suka bermain-main dan takluk dengan rayuan kemewahan.

Ummu Sulaim adalah wanita cerdas, namun hatinya lembut. Abu Thalhah berpikir apakah dirinya akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari Ummu Sulaim untuk diperistri dan menjadi ibu bagi anak-anaknya.

Dengan mantap Abu Thalhah pun mengikrarkan keislamannya. "Aku berada di atas apa yang kami yakini, aku bersaksi tiada Tuhan yang haq kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Maka jadilah Ummu Sulaim menikah dengan Abu Thalhah dengan mahar keislaman. Sebuah mahar yang sangat agung.


Abu Thalhah dan Ummu Sulaim membangun keluarga yang berlandaskan iman dan Islam. Tidak ada satu pun dilewatkan tanpa kebaikan dari Allah SWT.

Satu kisah terkenal tentang sikap terbaik Ummu Sulaim adalah saat Abu Thalhah harus pergi sementara anak mereka sakit keras. Karena sebuah urusan penting, Abu Thalhah harus merelakan meninggalkan anaknya dengan Ummu Sulaim.

Saat Abu Thalhah pergi, kesehatan sang anak semakin menurun dan akhirnya meninggal dunia. Saat Abu Thalhah kembali ke rumah, Ummu Sulaim tak ingin membuat hati Abu Thalhah sedih. Maka Ummu Sulaim memasak makanan kesukaan Abu Thalhah, ia pun bersolek dan memakai pakaian terbaiknya untuk menyambut sang suami. Saat Abu Thalhah menanyakan kondisi anak mereka, Ummu Sulaim menjawab, "Sekarang ia sudah lebih tenang.

Maka Ummu Sulaim menjamu Abu Thalhah dengan masakannya. Setelah merasa kenyang, Abu Thalhah pun diajak beristirahat. Setelah berkumpul dan Abu Thalhah merasa tenang, Ummu Sulaim memulai percakapan. "Wahai suamiku, apa pendapatmu jika suatu kaum menitipkan barang ke kita, lantas ia kembali untuk mengambil barangnya, apakah kita pantas menolaknya?"

"Tentunya tidak boleh wahai istriku," jawab Abu Thalhah. "Bagaimana jika kita keberatan tatkala barangnya diambil?" tanya Ummu Sulaim lagi. "Itu sangat tidak adil," jawab Abu Thalhah. "Sesungguhnya anakmu titipan Allah dan Allah telah mengambilnya dari kita. Maka tabahkanlah hatimu dengan merelakan anakmu." Ummu Sulaim menceritakan hal yang sebenarnya.


Abu Thalhah marah karena tidak diberi tahu secara langsung kabar tersebut. Keesokan harinya ia menghadap Rasulullah SAW dan mengadukan permasalahannya. Rasulullah SAW justru menjawab, "Semoga Allah merahmati malam kalian." (HR Muslim). Ummu Sulaim pun hamil dan setelah melahirkan, Rasulullah SAW memberikannya nama Abdullah.

Kesabaran yang luar biasa ditunjukkan oleh Ummu Sulaim. Sikapnya yang tegar karena ditinggal anaknya lebih kuat sehingga bisa menghibur hari suaminya. Ia pula yang menyerahkan anaknya, Anas bin Malik, sebagai pelayan rumah Rasulullah. Ummu Sulaim merasa malu tidak bisa memberikan apa-apa untuk dakwah. Ia pun menyerahkan Anas sebagai pemuda yang terus ikut bersama Rasulullah bahkan banyak meriwayatkan hadis dari Beliau SAW

Khadijah binti Khuwailid.رضي الله عنها

 Khadijah bin Khuwalid

Ummul Mukminin, itulah gelar yang disandangkan bagi pemimpin para wanita ahli surga, Khadijah binti Khuwalid. Ia adalah istri Rasulullah yang selalu berada di sis beliau di kala suka maupun duka.

Dilahirkan di Mekah pada tahun 68 sebelum hijrah, ia tumbuh di tengah keluarga terhormat nan mulia. Keluarganya kaya raya dan terpandang. Namun, akhlak mulia yang dimililkinya membuat ia dikenal sebagai Ath-Thahirah (wanita suci).

Meskipun kaya raya dan merupakan seorang istri dari Rasulullah, sosok Khadijah tidak pernah lepas dari gambaran wanita yang setia. Ia rela mengorbankan harta, pikiran, jiwa dan raganya untuk kepentingan dakwah Rasulullah. Dengan penuh khidmat dan rasa cinta, ia selalu berusaha untuk mendapatkan keridhaan sang suami.

Dalam sebuah hadist disebutkan,

“Wahai Rasulullah, Khadijah sebentar lagi akan datang sambil membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka, jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dariku. Dan sampaikan pula kabar gembira untuknya, yaitu sebuah rumah dan mutiara-mutiara di surga. Tidak ada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan” (HR. Bukhari)

Begitu teguhnya imannya, kemuliaan akhlaknya sebagai seorang istri dan ketulusan cintanya pada Rasul membuat Baginda Rasulullah tidak dapat melupakannya meskipun Khadijah wafat lebih dulu kala itu.

Istri ketiga Rasul, Aisyah Radhiyallahu ‘anha pun di buat cemburu atas hal tersebut. Ia merasa cemburu akan kecintaan sang baginda kepada Khadijah meski sudah tiada. Dalam suatu hadis diriwayatkan, Rasulullah hampir tidak pernah keluar dari rumah sehingga Beliau selalu menyebut nama Khadijah dan memujinya setiap hari.

Aku cemburu dan berkata, ‘Bukankah ia seorang wanita tua yang Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik untuk engkau?’


Maka Rasulullah marah sampai berkerut dahinya, kemudian bersabda, ‘Tidak! Demi Allah, Allah tidak memberiku ganti yang lebih baik darinya! Sungguh ia telah beriman saat manusia mendustakanku, menolongku dengan hartanya di saat manusia menjauhiku dan dengannya Allah mengkaruniakan anak padaku, tidak dengan wanita (istri) yang lain.’

“Aku pun berjanji untuk tidak menjelek-jelekkannya selama-lamanya.”

Asiyah binti Muzahim.رضي الله عنها

 Asiyah binti Muzahim

Dewasa ini, kebanyakan wanita tentu memilih pasangan hidup yang mampu menjadi imam baginya dan dapat menuntunnya hingga ke surga. Namun, bagaimana dengan kisah Asiyah binti Muzahim? Wanita mulia yang harus menjadi istri dari seorang Raja Fir’aun yang zhalim.

Kala itu ia merindukan kehadiran seorang anak, hingga akhirnya ia diberi petunjuk oleh Allah dan menemukan Nabi Musa yang masih bayi di pinggir Sungai Nil. Diangkatlah Musa sebagai anak dari Asiyah dan Firaun.

Musa kecil lambat laun tumbuh menjadi dewasa, Ia menentang kezhaliman ayah angkatnya dan menyiarkan kebenaran tauhid yang sejati. Asiyah yang melihat keberaniannya kala itu takjub dan beriman atas Allah sebagai Tuhannya dan Nabi Musa sebagai utusan-Nya.

Mengetahu hal itu, ia pun dihukum oleh Fir’aun seberat-beratnya. Namun, ditengah siksaan yang kejam itu, para malaikat menaunginya dan Asiyah berdoa ,”Ya Rabb, bangunkanlah sebuah rumah bagiku di sisi-Mu dalam surga” . Seketika Allah memperlihatkan rumah baginya yang telah disediakan. Sesaat sebelum ia dibunuh oleh para algojo, Allah memerintahkan malaikat untuk membawa ruh Asiyah, sehingga ia tidak tersiksa lebih lama lagi

Akhlaq Nabi Muhammadصلى الله عليه وسلم

 

Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, mewariskan ilmu pengetahuan yang paling utama dan paling mulia, yaitu agama Islam yang lurus ini. Allah Ta’ala berfirman,

 

“Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura: 52)

Beliau juga mendapatkan pengakuan langsung yang sangat mulia dari Allah Ta’ala,

 

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (QS. Al-Qalam: 4


Dengan tingginya kedudukan Nabi dan kemuliaannya, beliau adalah panutan manusia dalam hal ke-tawadhu’-an dan kerendahan hati. Bagaimana tidak? Sedang Allah Ta’ala berfirman,

 

“Maka berkat rahmat Allah engkau wahai Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS. Al-Imran: 159).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga diperintahkan untuk berlaku tawadhu’. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

“Dan sesungguhnya, Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain.” (HR. Muslim no. 2865)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga memberikan kabar gembira untuk mereka yang bersikap tawadhu’,

 

 

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidaklah ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang tawadhu’ karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim no. 2588)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman, ‘Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah sarungku-Ku. Barangsiapa yang menyaingi Aku pada salah satu dari kedua sifat tersebut, niscaya Aku akan melemparkannya ke dalam api neraka.’” (HR. Abu Dawud no. 4090, Ahmad no. 9359 dan Ibnu Majah no. 4174)

Dalam keseharian Nabi-shallallahu alaihi wasallam- tercermin ketawaduan yang jelas, dari segi cara berpakain, cara berkendara dan lainnya tidak berlebih-lebihan, padahal bisa saja beliau memakai pakaian seperti pakaian mewah para raja di zaman itu, berkendara dengan tunggangan kuda tangguh yang mahal sebagaimana yang dilakukan sebagian orang di zaman itu.

Di antara bentuk ke-tawadhu’-an beliau yang lain, saat sedang di rumah, maka beliau akan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah dan membantu istri-istrinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata saat ada yang bertanya perihal keseharian Nabi di rumahnya,

 

“Beliau selalu membantu pekerjaan keluarganya, dan jika datang waktu salat, maka beliau keluar untuk melaksanakan salat.” (HR. Bukhari no. 676)

Di antara bentuk ke-tawadhu’-an beliau juga adalah apa yang diceritakan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,

 

“Tidak ada seorang pun yang lebih mereka (para sahabat) cintai saat melihatnya selain Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Namun, jika melihat beliau, mereka tidak pernah berdiri karena mereka mengetahui kebencian beliau atas hal itu.” (HR. Tirmidzi no. 2754 dan Ahmad no. 13623)

Lihat bagaimana kisah ke-tawadhu’-an Nabi dengan seorang perempuan berkulit hitam yang biasa menyapu dan membersihkan masjid Nabawi di masa Nabi-shallallahu alaihi wasallam-


Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam merasa kehilangan dan tidak mendapati perempuan tersebut, lalu beliau menanyakannya kepada para sahabat. Para sahabat pun menjawab, “Ia telah wafat.”

Lalu Nabi bersabda, “Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?”

Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah mereka meremehkan urusannya.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tunjukkan kuburnya kepadaku.”

Lalu mereka menunjukkannya, beliau pun kemudian menyalati wanita itu, lalu bersabda, “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi kegelapan bagi para penghuninya. Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menyinarinya bagi mereka dengan salatku terhadap mereka.” (HR. Bukhari no. 458 dan Muslim no. 956)

 

Bahkan ke-tawadhu’-an Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga terwujud dan dirasakan oleh budak-budak. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengisahkan,

 

“Sekiranya ada seorang budak dari budak penduduk Madinah menggandeng tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (meminta tolong kepada Nabi), sungguh beliau akan beranjak bersamanya ke mana budak itu pergi (sampai selesai urusan yang dimintai pertolongannya dari Nabi tersebut).” (HR. Bukhari secara muallaq no. 6072)

Subhanallah, seorang budak mengambil tangannya, sedangkan beliau di tengah para sahabatnya dan dengan banyaknya kesibukan beliau, namun beliau tetap melayani dan berlaku lemah lembut terhadap budak tersebut!

Sungguh semua kisah ini akan membuat kita semakin mencintai beliau, karena fitrah manusia adalah mencintai mereka yang berlaku tawadhu’ dan rendah hati.

Di antara bukti ketawaduan beliau -shallallahu alaihi wasallam-, apa yang diceritakan oleh Abu Dzar dan Abu Hurairah -radiallahu anhuma-:

 

“Dari Abu Dzar dan Abu Hurairah-radiallahu anhuma-:Rasulullah sering duduk di tengah-tengah para sahabat beliau, lalu jika datang orang asing, ia tak akan tahu manakah sosok Rasulullah-shallallahu alaihi wasallam-. Lalu kami meminta kepada beliau agar mau dibuatkan tempat duduk khusus agar orang asing yang datang langsung mengetahui di mana beliau.” (Shahih Abu Dawud: 4698).

Di antara bentuk ketawaduan Nabi-shallallahu alaihi wasallam-adalah beliau kerap kali menanyakan tentang kondisi dan keadaan sahabat-sahabat beliau bahkan dalam kondisi genting saat peperangan:


Diceritakan oleh Abu Barzah-radiallahu anhu-dalam Shahih Muslim: “Bahwa dalam sebuah peperangan Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bertanya: Apakah kalian kehilangan seseorang? lalu para sahabat menyebutkan beberapa nama, beliau-shallalhu alaihi wasallam- bertanya lagi: Apakah kalian kehilangan seseorang? Maka para sahabat menyebutkan nama-nama yang lain lagi. Lalu Nabi-shallallahu alaihi wasallam- bertanya lagi: Apakah kalian kehilangan seseorang, para sahabat menjawab: tidak ada lagi. Lalu Nabi-shallallahu alaihi wasallam- bersabda: Saya kehilangan seorang bernama Julaibib, carilah dia, lantas para sahabat menemukannya di samping tujuh orang musuh yang berhasil dia bunuh dalam perang itu dan iapun terbunuh. Lalu Nabi-shallallahu alaihi wasallam-datang dan berdiri di dekat jenazah Julaibib seraya bersabda: Ia telah berhasil membunuh 7 musuh lalu dia terbunuh. ila akhiril hadits.

Di antara bentuk tawadhu’ beliau-shallallahu alaihi wasallam- apa yang disebutkan dalam Shahih Bukhari Muslim bahwasanya Anas bin Malik lewat di depan anak-anak kecil lalu mengucapkan salam kepada mereka. Kemudian Anas mengatakan:

 

“Nabi-shallallahu alaihi wasallam-melakukan hal itu” (yaitu apabila lewat bahkan di depan anak-anak kecil beliau memberi salam).


Di antara bentuk tawadhu’ beliau -shallallahu alaihi wasallam- adalah bahwa beliau kerap kali membonceng para sahabat di atas kendaraan yang beliau tunggangi, Anas bin Malik -radiallahu anhu- mengatakan:

 

“Nabi-shallallahu alaihi wasallam- kerap kali membonceng orang di atas kendaraannya, menaruh makannya di atas tanah, memenuhi undangan walaupun dari seorang budak dan kendaraannya beliau sederhana berupa keledai.” (Shahih al-Jami’:4945).

Hadirin Jama’ah shalat jumat yang dirahmati Allah

Akan sangat panjang jika kita menyebutkan semua riwayat tentang bentuk-bentuk ketawaduan Nabi-shallallahu alaihi wasallam-, namun sekelumit riwayat dan hadits-hadits tadi rasanya cukup menggambarkan bagaimana indahnya ketawaduan yang langsung dipraktekkan oleh beliau dan kita merasa layak untuk memiliki sifat yang mulia ini.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kita semua sifat-sifat mulia yang menghiasai akhlak dan adab kita dan mengindarkan dari kita semua sifat-sifat tercela. Amiin ya rabbal alamiin.

Lokasi Kaum Tsamuud

 Allah Ta'ala berfirman tentang kaum Tsamuud: "dan kaum Tsamuud memotong bati-batu besar di lembah"( QS.Al-Fajr ayat 9) Posisi...