Kisah keislaman Abu رضي الله عنه

Abu Darda dan Abdullah bin Rawahan adalah dua orang sahabat semasa jahiliyah, manakala Islam datang Abdullah bin Rawahah bersegera masuk Islam, sementara Abu Darda masih berpaling dari kebenaran Islam

Namun hal itu tidak memutuskan jalinan persahabatan diantara keduanya, karena Abdullah bin Rawahah masih selalu mengunjungi Abu Darda mengajaknya untuk masuk Islam dan menyarankannya untuk meninggalkan peribadatan kepada patung-patung,Abdullah bin Rawahah menyayangkan hari-hari Abu Darda yang dilewatinya dalam keadaan musyrik.

Pada suatu hari kaum Muslimin kembali dari perang Badar dengan membawa kemenangan,dan pada saat itu Abu Darda sedang berada di tokonya sibuk dengan perniagaannya. bersamaan dengan itu Abdullah bin Rawahah menuju ke rumah Abu Darda menghancurkan patung-patung yang berada disana, dan ketika Abu Darda pulang ke rumahnya, ia melihat patung-patungnya telah hancur berkeping-keping dan ia mengetahui itu semua adalah perbuatan sahabatnya yakni Abdullah bin Rawahah. Abu Darda sangat marah dan ia ingin membalas perlakuan sahabatnya itu, namun tiba-tiba amarahnya mereda sedikit demi sedikit dan akhirnya hilang, ia merenungkan apa yang telah terjadi, dan ia berkata dalam dirinya : jika memang patung-patung ini memiliki kebaikan niscaya dia akan membela diri


Saat itu juga dia beranjak meninggalkan rumahnya menuju kepada Abdullah bin Rawahah, lalu keduanya menuju Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengumumkan diri masuk Islam.



Previous
Next Post »
0 Komentar

Lokasi Kaum Tsamuud

 Allah Ta'ala berfirman tentang kaum Tsamuud: "dan kaum Tsamuud memotong bati-batu besar di lembah"( QS.Al-Fajr ayat 9) Posisi...