Al-Barra' bin Malik رضي الله عنه





Seorang lelaki dengan berambut kusut badan berdebu,berperawakan kurus,tulang tubuhnya

berbalur daging tipis,mata para pemandangnya melihat kepadanya dengan sulit,kemudian langsung 

berpaling darinya.

Sekalipun demikian,laki-laki ini pernah membunuh 100 orang musyrik sendirian duel di medan

 perang!!.

Dia adalah laki-laki pemberani,bernyali besar dan bertekat baja,di mana al-faruq menulis kepada 

para gubernurnya di seluruh wilayah kekuasaannya"jangan menyerahkan pasukan kaum muslimin 

kepadanya,aku khawatir dia akan mencelakakan mereka karena keberaniaannya"

Dia adalah al-barrra' bin malik al-anshary,saudara anas bin malik pelayan rasulullah صلى الله عليه وسلم 

Kisah ini berawal dari sejak pertama wafat Nabi Muhammad yang mulia dan kepergiannya menghadap 

Rabbnya,di mana  kabilah-kabilah arab berbondong-bondong meninggalkan agama Allah setelah 

sebelumnya mereka berbondong-bondong kedalamnya.Mereka yang tetap teguh di atas islam hanyalah 

orang-orang arab,makkah,madinah,thaif dan beberapa kabilah di sekitarnya dari kalangan yang Allah 

teguhkan hatinya di dalam agama Islam.

 Ash-Shiddiq teatap tegak menghadapi fitnah buta yang merusak agama ini layaknya gunung 

 yang berdiri kokoh.

Maka Ash-Shiddiq mengirim pasukan yang di panglimai oleh Khalid bin Al-Waliid yang 

 beranggotakan para sahabat dari kalangan muhajiriin dan anshar.untuk menyerang kabilah musailamah 

al-kazzab. di barisan paling depan pasukan ini

adalah Al-Barra' bin malik al-anshary dan beberapa pasukan pemberani lainnya  di barisan depan.

 

Pada saat itu kaum muslimiin merasakan sebuah bahaya yang sangat besar!,mereka menyadari

bahwa jika mereka kalah niscaya islam tidak akan pernah berdiri kokoh lagi sejak hari itu.


 Khalid maju menghampiri pasukannya,dia mulai mengatur ulang,memisahkan antara orang-orang muhajriin dari orang-orang anshar,dia juga memisahkan orang-orang pedalaman lainnya.

Gendrang perang perang kembali di mulai di antara dua kubu,yang memakan korban yang begitu

besar!,kaum muslimiin belum pernah mengenal perang sedahsyat itudalam sejarah mereka sebelumnya

pasukan musailamah perpegang dengan teguh di medan peang layaknya gunung yang tegak menjulang

tinggi,mereka tidak berpengaruh pada korban yang begitu banyak yang berjatuhan.

Khalid melihat peperangan semakin sengit!! dan menapai puncaknya dan mencapai puncaknya,

pada saat itu khalid menoleh kepada al-barra', dan berkata majulah wahai pemuda anshar


 Kemudian dia melangkah maju di tengah berkecamuknya perang yang sengit,dia menerjang dan 

 dan membelah barisan musuh,menebaskan pedangnya ke leher musuh-musuh Allah,pasukan musailam

ah pun mulai kewalahan mereka pun mundur di balik tembok benteng mereka,benteng itu dikenal 

setelah itu sejarah dengan benteng kematian, karena banyaknya korban yang terbunuh di dalamnya 

Pada saat itulah pahlawan kaum muslimiin yang pemberani al-barra' bin malik melangkah ke 

depan dia mengatakan"wahai kaum muslimiin letakkan aku di sebuah tameng!,angkatlah tameng itu 

di ujung tombak,kemudian lemparkan aku ke dalam benteng dekat pintu gerbangnya!!" 

Dalam sekejap al-barra' sudah duduk dia tas tameng,berbadan kurus kerempeng,puluhan tombak 

mengangkatnya dan melemparkannya ke dalam benteng maka al barra pun turun di antara barisan 

pasukan musailamah layaknya sebuah halilintar yang menyambar-nyambar sehingga dia berhasil 

menyudahi perlawanan  sepuluh orang dari mereka dan membuka pintu benteng sekalipun dia harus 

menerima 80lebih luka di tubuhnya berupa tusukan panah atau tebasan pedang.


 Maka kaum muslimiin berhamburan untuk masuk kedalam benteng mereka menebaskan pedang-

pedang mereka ke leher orang-orang yang murtad,kaum mslimiin berhasil membunuh 20.000orang 


dari mereka kaum muslimiin sampai ke musailamah dan mengirimnyake pintu kematian

Al-barra' pun di bawa ke tendanya untuk di obati.Khalid bin Al-Waid menempatkan untuk 

tinggal di bumi yamamah selama satu bulan dalam rangka menyembuhkan luka-luka kaum muslimiin

Tibalah saatnya penaklukkan kota Tustar(kota terbesar di khuzastan).Di negeri persia,bersembunyi

di salah satu bentengnya maka kaum muslimiin mengepung kota itu dari segala penjuru,pengepungan

perlangsung sangat lama,orang-orang persia merasakan beratnya pengepungan,mereka pun

mengulurkan rantai-rantai besi dari atas benteng.Pada rantai-rantai itutergantung kait- kait yang telah

di bakardengan api sehinggakeadaannya lebih panas dari bara,kait-kait besi ini pun menyambar kaum 

muslimiin dan menjepit mereka ,yang terjepit akan etrangkat ke atas selanjutnya dia akan mati atau 

mendekati kematian.

Salah satu pengait besi itu menyambar ke pada Anas bin Malik saudara al- barra',al-barra'

langsung memanjat dinding benteng,memegang rantai-rantai besi yang menyambar saudaranya,dia 

melawan kait -kait besi  berusaha melepaskan kait besi dari saudaranya ,tangan al-barra' terbakar 

sehingga mengeluarkan asap,namun dia tidak mempedulikannya sehingga dia berhasil menyelamatkan 

saudaranya,al-barra' turun ke bumi dalam keadaan tangan tanpa daging hanya tinggal tulang!.Sehingga

dia gugur sebagai syahid.

Semoga allah merahmatinya amiin.

 

 

Previous
Next Post »
0 Komentar

Lokasi Kaum Tsamuud

 Allah Ta'ala berfirman tentang kaum Tsamuud: "dan kaum Tsamuud memotong bati-batu besar di lembah"( QS.Al-Fajr ayat 9) Posisi...